Bacan, Maluku Utara — Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Halmahera Selatan dari sektor Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) melesat jauh melampaui target yang ditetapkan dalam APBD 2026. Hingga akhir triwulan II atau periode Januari-Juni 2026, realisasi penerimaan dari retribusi PBG telah mencapai Rp 22 miliar.
Capaian tersebut bahkan telah melampaui proyeksi PAD sektor PBG tahun ini yang dalam APBD induk 2026 dipatok sebesar Rp8 miliar. Dengan kata lain, realisasi hingga semester I telah mencapai hampir tiga kali lipat dari target tahunan.
Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPM-PTSP) Kabupaten Halmahera Selatan, Nasyir J. Koda, mengatakan kinerja penerimaan tersebut menunjukkan tren yang sangat positif.
“Hingga triwulan II PAD dari sektor PBG sudah realisasi Rp 22 miliar dari target Rp 8 miliar,” ujar Nasyir saat diwawancarai, Rabu (15/07/2026).
Menurut Nasyir, lonjakan penerimaan tersebut tidak terlepas dari kolaborasi lintas organisasi perangkat daerah dalam mengoptimalkan potensi retribusi, terutama dari aktivitas industri dan pembangunan hunian di Halmahera Selatan.
“Kalau melihat capaian PAD sektor PBG triwulan II ini cukup maksimal dan menunjukan tren positif. Kami optimis di akhir tahun nanti bisa digenjot di angka 23 atau Rp 24 miliar. Bahkan harapan besar kita di tahun akan datang juga lebih optimal dengan potensi yang ada,” bebernya.
Optimisme tersebut didasarkan pada masih adanya ruang pertumbuhan investasi dan pembangunan yang dinilai berpotensi memperluas basis penerimaan daerah dari sektor perizinan bangunan.
Nasyir juga mengapresiasi kepatuhan pelaku usaha maupun masyarakat yang telah memenuhi kewajiban pembayaran retribusi PBG. Menurutnya, partisipasi tersebut menjadi faktor penting dalam menopang peningkatan PAD sekaligus mendorong aktivitas ekonomi daerah.
“Capaian ini berkat dukungan pelaku usaha dan warga yang menyetor retribusi PBG. Insya Allah kami berharap trend positif capaian ini memacu pertumbuhan ekonomi di Halmahera Selatan sehingga berdampak langsung terhadap sektor PAD,” tandas Nasyir. (*)
