Juli 14, 2026

Tolak Gabung Syiah, MK Dilaporkan ke Polres Halmahera Selatan Usai Tampar Adik Kandung

Asbar Ikram

Asbar Ikram
Redaksi Fala

Foto: Ilustrasi

Bacan, Maluku Utara — Dugaan penganiayaan yang melibatkan kakak dan adik kandung di Desa Goro-goro, Kecamatan Bacan Timur, Kabupaten Halmahera Selatan, kini ditangani Polres Halmahera Selatan. Terlapor, MK alias Mulki (45), mengakui telah menampar adik kandungnya, GK alias Gamaria (39), namun menyatakan tindakan itu dipicu pertengkaran yang menurut pengakuannya berawal dari penolakannya bergabung dengan aliran Syiah.

Mulki mengatakan, insiden yang terjadi pada Sabtu (11/7/2026) tidak dapat dilepaskan dari konflik yang telah berlangsung sebelumnya di lingkungan keluarga. Ia mengklaim sempat diajak oleh ibu dan adiknya untuk mengikuti ajaran Syiah, namun memilih tetap berpegang pada keyakinannya sebagai penganut Ahlusunnah Wal Jamaah (Sunni).

“Tapi saya mengakui kalau menampar sebagai teguran dan peringatan karena mengeluarkan kata-kata serta narasi merendahkan. Kejadian ini tentunya ada sebab dan akibat, tamparan itu spontan terjadi karena sudah terbawa emosi. Tamparan ke bagian kepala adik saya juga disaksikan ibu dan istri saya di kediaman Desa Goro-goro, Bacan Timur, Kabupaten Halmahera Selatan, pada Sabtu 11 Juli 2026,” ujar Mulki kepada wartawan.

Menurut Mulki, sehari sebelum peristiwa itu, dirinya kembali diminta mengikuti ajaran yang dianut ibu dan adiknya. Namun ajakan tersebut kembali ditolaknya.

“Jadi sebelum kejadian. Tepat pada Jumat malam saya dibujuk mama bergabung ikut aliran Syiah tapi saya menolak. Saya sudah bilang ke ibu tidak mau gabung aliran Syiah, kalau dorang gabung biar dorang (mereka) saja tidak perlu ajak saya. Tiba-tiba paginya ibu dan adik saya tidak mau bicara dan keluar dari rumah,” ungkapnya.

Ia menuturkan, setelah pulang dari kebun pada sore hari, adiknya datang bersama sang ibu dan terjadi adu mulut yang kemudian berujung pada dugaan penganiayaan.

“Saya tidak tanggapi langsung pergi ke kebun, sepulang kebun sore dalam keadaan lelah. Gamaria datang didampingi mama sontak mengatai saya tidak tahu diri sudah monopoli harta orang tua baik rumah maupun kebun kelapa. Saya menjawab rumah ini torang sama-sama tinggal bahkan hasil kebun yang diurus semua bayar utang orang tua bukan pakai keperluan pribadi karena biar saya bikin kelapa hasilnya sama-sama kita nikmati. Mendengar pernyataan saya Gamaria semakin tinggi nada bahasanya sehingga spontan saya menamparnya,” kata Mulki.

Meski demikian, Mulki membantah persoalan tersebut dipicu sengketa harta warisan. Ia menilai akar persoalan justru berasal dari penolakannya mengikuti ajakan bergabung dengan aliran Syiah.

“Mereka seolah memperkeruh masalah kecil ini, padahal sudah saya ingatkan tidak mau gabung dengan ajaran Syiah. Sudah lama ajakan mereka ditolak, tapi masih saja diminta bergabung,” ujarnya.

Di sisi lain, Polres Halmahera Selatan memastikan telah menerima laporan dugaan penganiayaan tersebut dan tengah melakukan penyelidikan.

Kasat Reskrim Polres Halmahera Selatan, Iptu Wahyu Hermawan, mengatakan penyidik masih menunggu hasil visum korban sebelum melanjutkan pemeriksaan terhadap para pihak.

“Laporan kasus penganiayaan antara kakak terhadap adiknya sudah diterima. Bahkan korban sudah divisum namun hasilnya belum keluar. Sementara ini kami menunggu hasil visum baru melakukan pemeriksaan saksi, korban dan terduga pelaku serta mendalami motif penganiayaan,” kata Wahyu.

Hingga berita ini diterbitkan, polisi belum menyimpulkan motif pasti di balik dugaan penganiayaan tersebut. Keterangan mengenai dugaan penolakan bergabung dengan aliran Syiah merupakan pengakuan dari pihak terlapor dan masih akan didalami penyidik bersama keterangan saksi, korban, serta alat bukti lainnya dalam proses penyelidikan. (*)

Berita Lainnya

14 Juli 2026

Tolak Gabung Syiah, MK Dilaporkan ke Polres Halmahera Selatan Usai Tampar Adik Kandung

1 Juli 2026

Hasil 32 Besar Piala Dunia 2026: Prancis Sikat Swedia 3-0

30 Juni 2026

DP3AKB Halsel Masuk 10 Besar Nasional di Harganas 2026, Ini Deretan Capaiannya

30 Juni 2026

Maroko Lolos, Belanda Nangis, Samuel dan Sardi Nyemplung

29 Juni 2026

Prediksi Jepang vs Brasil: Samba Bisa Mati di Kaki Samurai

29 Juni 2026

Kades Kaireu Kembali Raih Penghargaan Harganas 2026, Tiga Kali Beruntun Ukir Prestasi

Trending

Hasil 32 Besar Piala Dunia 2026: Prancis Sikat Swedia 3-0

DP3AKB Halsel Masuk 10 Besar Nasional di Harganas 2026, Ini Deretan Capaiannya

Maroko Lolos, Belanda Nangis, Samuel dan Sardi Nyemplung

Prediksi Jepang vs Brasil: Samba Bisa Mati di Kaki Samurai