Bacan, Maluku Utara — Kontribusi tenaga kerja asing (TKA) terhadap pendapatan daerah Kabupaten Halmahera Selatan terus menguat. Hingga 10 Juli 2026, realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari retribusi kompensasi Izin Mempekerjakan Tenaga Kerja Asing (IMTA) telah mencapai Rp 28,5 miliar, atau 51,91 persen dari target tahun ini sebesar Rp 55 miliar.
Kepala Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Disnakertrans) Halmahera Selatan, Daud Djubedi, mengatakan capaian tersebut menjadi sinyal positif bagi penerimaan daerah pada semester pertama 2026.
“Retribusi kompensasi IMTA semester pertama sudah realisasi di angka 51,91 persen atau Rp 28,5 miliar,” kata Daud kepada wartawan, Kamis (16/7/2026).
Menurut Daud, penerimaan tersebut berasal dari 1.385 tenaga kerja asing (TKA) yang saat ini tercatat bekerja di berbagai perusahaan yang beroperasi di Kabupaten Halmahera Selatan.
“Iya, kalau data TKA sekarang ini tercatat sebanyak 1.385 orang yang bekerja di perusahaan wilayah Halsel,” ujarnya.
Secara matematis, realisasi sebesar Rp 28,5 miliar berarti pemerintah daerah masih membutuhkan sekitar Rp 26,5 miliar lagi untuk mencapai target PAD sektor IMTA tahun 2026 sebesar Rp 55 miliar.
Meski demikian, Disnakertrans optimistis target tersebut dapat tercapai. Optimisme itu didasarkan pada pola penerimaan retribusi IMTA yang selama ini cenderung meningkat pada triwulan II dan III, seiring banyaknya perusahaan yang melakukan perpanjangan izin mempekerjakan tenaga kerja asing.
“Biasanya triwulan satu dan empat itu melandai. Puncaknya ada di triwulan dua dan tiga karena banyak perpanjangan izin di periode itu,” jelas Daud.
Ia menambahkan, tren positif sektor IMTA telah terlihat dalam dua tahun terakhir. Pada 2025, pemerintah daerah semula hanya menargetkan PAD dari kompensasi IMTA sebesar Rp 47 miliar. Namun hingga akhir tahun, realisasinya mencapai Rp 56 miliar, atau melampaui target sekitar 19,1 persen.
Capaian tersebut menjadi dasar keyakinan pemerintah daerah bahwa target Rp 55 miliar pada 2026 juga dapat direalisasikan, bahkan berpotensi terlampaui apabila aktivitas investasi dan operasional perusahaan tetap berjalan sesuai proyeksi.
“Insya Allah target PAD tahun ini Rp 55 miliar bisa capai target, karena kami tetap berupaya mempertahankan tren positif terhadap kontribusi sektor tenaga kerja asing terhadap pendapatan daerah,” pungkas Daud. (*)
