Juli 22, 2026

Tugas Rescue Bertambah, Damkar Halmahera Selatan Terkendala Armada dan Peralatan

Mursal Kautsar

Mursal Kautsar
Redaksi Fala

Indra Faris Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Halmahera Selatan (Foto: Fala.co.id)

FALA.CO.ID, LABUHA – Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Halmahera Selatan menghadapi peningkatan beban kerja setelah memperoleh tugas tambahan dalam bidang penyelamatan atau rescue. Namun, perluasan tanggung jawab tersebut belum sepenuhnya ditunjang fasilitas, perlengkapan keselamatan, dan armada operasional yang memadai.

Selain melakukan pencegahan dan pemadaman kebakaran, petugas Damkar dituntut tetap siaga menghadapi berbagai kondisi darurat. Tugas itu meliputi pemadaman kebakaran pada bangunan, lahan dan kendaraan, evakuasi korban bencana maupun kecelakaan lalu lintas, hingga penanganan hewan berbahaya seperti ular.

Damkar juga memiliki tanggung jawab melakukan edukasi kepada masyarakat mengenai bahaya kebakaran serta pemeriksaan sistem proteksi kebakaran pada bangunan dan fasilitas umum.

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Halmahera Selatan, Indra Faris, mengatakan tugas penyelamatan membutuhkan fasilitas khusus yang berbeda dengan perlengkapan pemadaman kebakaran.

“Kita di Damkar sebenarnya kekurangan fasilitas, karena ada tugas lain seperti Rescue (penyelamatan) yang butuh fasilitas tambahan,” ungkap Kepala Damkar, Indra Faris, kepada wartawan, Selasa 16 Juni 2026.

Menurut Indra, tingginya beban kerja harus diimbangi dengan ketersediaan perlengkapan operasional dan alat pelindung diri. Peralatan yang tidak memadai bukan hanya menghambat proses evakuasi, tetapi juga dapat membahayakan keselamatan petugas yang diterjunkan ke lokasi kejadian.

“Beban kerja kita cukup tinggi, namun fasilitas kita kurang memadai. Misalnya, perlengkapan tim, sangat tidak memadai, sehingga ketika proses penyelamatan, justru tim Damkar yang rentan tidak bisa terselamatkan,” jelasnya.

Indra berharap masyarakat dapat memahami keterbatasan yang sedang dihadapi Damkar Halmahera Selatan. Sebab, setiap permintaan pertolongan membutuhkan peralatan dan sarana yang sesuai dengan jenis serta tingkat risiko kejadian.

Keterbatasan paling terasa ketika petugas harus terlibat dalam penanganan kecelakaan laut. Hingga kini, Damkar Halmahera Selatan belum memiliki armada khusus yang dapat digunakan untuk mendukung proses pencarian, evakuasi, dan penyelamatan di perairan.

“Misalnya, saat ini Damkar memiliki satu tugas tambahan yakni Rescue (penyelamatan) yakni, ketika ada kecelakaan laut, Damkar harus terlibat, tapi saat ini Damkar tidak memiliki Armada, sehingga proses penyelamatan atau bantuan sedikit mengalami kendala,” pungkasnya.

Berita Lainnya

21 Juli 2026

Bina Marga PUPR Halsel Luncurkan SI-PENJAJAKAN, Aduan Jalan Rusak Kini Bisa Lewat Foto dan Video

20 Juli 2026

166 Desa di Halsel Masih di Luar Jangkauan Subsidi Minyak Tanah

17 Juli 2026

Pendapatan PDAM Halsel Tertekan, Tunggakan Pelanggan Membengkak Rp 6,6 Miliar

16 Juli 2026

PAD IMTA di Halsel Melonjak, 1.385 TKA Sumbang Rp 28,5 Miliar

15 Juli 2026

Seleksi JPT Pratama Halsel Tuntas, Penentuan Final Menunggu Rekap BKN

15 Juli 2026

Sektor PBG Jadi Mesin PAD Halsel, Baru Semester I Tembus Rp 22 Miliar

Trending

166 Desa di Halsel Masih di Luar Jangkauan Subsidi Minyak Tanah

Pendapatan PDAM Halsel Tertekan, Tunggakan Pelanggan Membengkak Rp 6,6 Miliar

PAD IMTA di Halsel Melonjak, 1.385 TKA Sumbang Rp 28,5 Miliar

Seleksi JPT Pratama Halsel Tuntas, Penentuan Final Menunggu Rekap BKN