Juli 24, 2026

Belajar dari Kesultanan Bacan, DWP Disperkim Halsel Menyemai Cinta Sejarah

Asbar Ikram

Asbar Ikram
Redaksi Fala

DWP Disperkim Halsel menggelar silatuhrahmi edukasi di kesultanan Bacan, Kamis 23 Juli 2026 (dok: Istimewa)

Bacan, Fala.co.id — Di tengah arus modernisasi yang terus bergerak cepat, sejarah acapkali hanya tinggal catatan di lembar buku. Namun bagi Dharma Wanita Persatuan (DWP) Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) Kabupaten Halmahera Selatan, sejarah justru perlu didatangi, didengar, dan dipelajari langsung dari para penjaga ingatannya.

Semangat itulah yang mengiringi kunjungan silaturahmi pengurus DWP Disperkim Halmahera Selatan ke Kesultanan Bacan, Kamis (23/7/2026).

Mengusung tema “Menelusuri Jejak Kesultanan Bacan untuk Memperkuat Wawasan Pendidikan dan Pelestarian Daerah“, kegiatan ini tidak sekadar menjadi agenda seremonial, melainkan ruang belajar bersama tentang sejarah, kebudayaan, dan nilai-nilai kearifan lokal yang telah lama tumbuh di bumi Saruma.

Ketua DWP Disperkim Halmahera Selatan, Ny. Masnun Ikbal, mengatakan silaturahmi edukatif tersebut merupakan bagian dari ikhtiar memperkaya wawasan sejarah sekaligus mengenalkan kembali nilai-nilai budaya Kesultanan Bacan kepada para anggota organisasi.

“Jadi, agenda silaturahmi dan edukasi pengurus DWP Disperkim ke Kesultanan Bacan merupakan bagian dari refleksi menelusuri jejak Kesultanan Bacan agar memperdalam wawasan sejarah dan kekayaan budaya yang berkembang di Halmahera Selatan,” ujar Masnun kepada Fala.co.id, Kamis malam (23/7/2026).

Baginya, memahami sejarah tidak cukup hanya melalui literatur. Bertemu langsung dengan tokoh-tokoh adat dan mendengarkan cerita yang diwariskan secara turun-temurun menjadi pengalaman yang memberi makna lebih dalam terhadap identitas daerah.

Kunjungan tersebut diikuti 14 orang pengurus DWP Disperkim bersama lima orang anak. Kehadiran generasi muda dalam rombongan menjadi simbol bahwa pelestarian budaya tidak berhenti pada satu generasi, tetapi harus terus diwariskan sebagai bagian dari pendidikan karakter.

Menjaga Warisan Kesultanan Bacan: DWP Disperkim Halsel Menapaki Jejak Sejarah dan Budaya.

Menurut Masnun, tujuan utama kunjungan itu adalah mempelajari perjalanan sejarah Kesultanan Bacan sekaligus memahami nilai-nilai budaya yang menjadi fondasi kehidupan masyarakat setempat.

“Alhamdulillah kedatangan kami disambut baik oleh Jogugu Kesultanan Bacan, Pak Dr. Mochdar Arif, dan Ompu Juru Tulis Raa, Pak Ir. Tufail Iskandar Alam. Kami berbincang hangat dan berdiskusi berbagai sejarah Kesultanan Bacan, bahkan kami diberikan pesan moral nilai-nilai kearifan lokal,” ujarnya.

Percakapan yang berlangsung dalam suasana kekeluargaan itu menjadi ruang pertukaran pengetahuan antara pengurus DWP dan para pemangku adat. Dari kisah-kisah sejarah hingga pesan moral yang diwariskan lintas generasi, setiap cerita menjadi pengingat bahwa budaya bukan sekadar peninggalan masa lalu, melainkan bekal untuk membangun masa depan.

Masnun berharap pengalaman tersebut dapat menjadi bekal bagi seluruh peserta untuk semakin mengenal sejarah daerahnya sekaligus menumbuhkan kepedulian terhadap pelestarian warisan budaya.

“Selain itu, dapat menumbuhkan rasa cinta terhadap warisan budaya lokal, mempererat tali silaturahmi antar anggota DWP Disperkim dan Kesultanan Bacan, mendukung pelestarian nilai-nilai luhur yang diwariskan budaya Kesultanan Bacan,” tuturnya.

Melalui langkah sederhana berupa kunjungan dan dialog budaya, DWP Disperkim Halmahera Selatan menunjukkan bahwa pelestarian sejarah tidak selalu dimulai dari program besar. Kadang, ia lahir dari kesediaan untuk datang, mendengar, lalu membawa pulang cerita agar tetap hidup di tengah masyarakat dan dikenalkan kepada generasi berikutnya. (*)

Berita Lainnya

23 Juli 2026

Belajar dari Kesultanan Bacan, DWP Disperkim Halsel Menyemai Cinta Sejarah

21 Juli 2026

Bina Marga PUPR Halsel Luncurkan SI-PENJAJAKAN, Aduan Jalan Rusak Kini Bisa Lewat Foto dan Video

20 Juli 2026

166 Desa di Halsel Masih di Luar Jangkauan Subsidi Minyak Tanah

17 Juli 2026

Pendapatan PDAM Halsel Tertekan, Tunggakan Pelanggan Membengkak Rp 6,6 Miliar

16 Juli 2026

PAD IMTA di Halsel Melonjak, 1.385 TKA Sumbang Rp 28,5 Miliar

15 Juli 2026

Seleksi JPT Pratama Halsel Tuntas, Penentuan Final Menunggu Rekap BKN

Trending

Bina Marga PUPR Halsel Luncurkan SI-PENJAJAKAN, Aduan Jalan Rusak Kini Bisa Lewat Foto dan Video

166 Desa di Halsel Masih di Luar Jangkauan Subsidi Minyak Tanah

Pendapatan PDAM Halsel Tertekan, Tunggakan Pelanggan Membengkak Rp 6,6 Miliar

PAD IMTA di Halsel Melonjak, 1.385 TKA Sumbang Rp 28,5 Miliar